Mar 10
27

Untuk sebuah kepuasan yang penuh dalam hobi RC drifting, ada dua hal yang harus terpenuhi pada sebuah mobil. Pertama tentunya faktor performa, mahal atau tidak bukanlah soal, namun mobil haruslah memberikan performa yang kita inginkan. Kedua, yang sering diabaikan namun tetap merupakan faktor wow adalah bodyworks atau pengerjaan body.
Bayangkan anda memiliki mobil dengan performa yang mumpuni namun body mobil tersebut sudah reot ataupun tidak sedap dipandang. Yah memang bisa dibilang, ‘so what?’, tak ada yang melarang; namun akan lebih baik lagi seyogyanya bila bodynya juga sebaik performanya, bukan?
Fungsi dan Estetika, Beauty and the Beast… kesatuan inilah yang membuat mobil hobi RC Drift mampu memberikan kepuasan yang penuh bagi pemiliknya.
Aug 11
22
Aug 11
22
Aug 11
22
Jul 10
20
Menyusul peluncuran D-Max beberapa waktu lampau, kali ini Yokomo membesut chassis baru ‘DRB’ yang tidak terlampau jauh berbeda geometrinya. Motor pada depan tengah (front midship) dipertahankan, dengan penggerak dual belt, penempatan elektronik di tengah dan batere jauh dibelakang menjanjikan keseimbangan yang sesuai, terutama untuk CS mod. Opsi pulley baik untuk pulley tengah dan differential pulley akan menyusul peluncuran chassis ini. Kit standar akan dilengkapi dengan dual differential, sedangkan front maupun center oneway akan menjadi opsi hop up.

Rencana peluncuran perdana sekitar bulan Agustus, chassis ini telah memulai masa pre-order atau pra-pesan di kalangan retail. Rekomendasi harga pasar yang sangat menakjubkan (Y66,570), tidak mengherankan namun jelas tidak dialamatkan untuk pehobi dengan dana menengah ke bawah.
Walaupun belum diluncurkan, pembicaraan santer di dunia RC drift Jepang menunjukkan DRB sebagai penerus D-Max yang akan dihentikan produksinya. Sepertinya Yokomo menyimpulkan bahwasanya kombinasi front midship dan belt drive adalah lebih efektif untuk RC drifting, terutama bagi pehobi kalangan atas dengan dana cukup.
May 10
12
Klip sequel 3 seri ini mengulas sedikit tentang Team KBSJ, kru beserta hobinya.
Lokasi latar di Bandung tentunya, dengan nuansa gila-gilaan tapi positif.
Asyik main serong kanan serong kiri, dengan cahaya redup temaram.
Romantis tapi serius, deg-degan tapi santai, semua campur aduk jadi satu.
Bagaimana jalan cerita dan siapa sajakah pemerannya?
Silahkan menyimak dan menikmati 3 Indonesian RC Drift Video Clip ini.
I am My Own Style
Main Serong
Full Throttle Street Style Battle
Mar 10
28
Event dimulai agak telat 1 jam karena sejumlah peserta datang tidak tepat waktu. Walaupun demikian, panitia telah berusaha maksimal untuk mengkompresi waktu yang ada dan menyelesaikan semua jadwal battle.
Sesuai dengan arahan RCDA maka pada event Bandung Touge Night Dorifto (BTND) ini diterapkanlah 2 klasemen; yakni kelas Pro dan Rookie.
Alhasil dari 22 jumlah peserta, didapat masing-masing 11 orang untuk tiap klasemen, suatu kebetulan yang unik. Babak kualifikasi pun dimulai dari kelas Rookie diikuti Pro setelah warm up.
Hasil kualifikasi:
Kelas Rookie:
Q1. Memet
Q2. Abe
Q3. Asdi
Q4. Faiza
Q5. Beyz
Q6. Irfan
Q7. Ivan
Q8. Carl
Q9. Gantano
Q10. Ucup
Q11. Reka
Kelas Pro:
Q1. Jaka
Q2. Wisnu
Q3. Doni
Q4. Willy
Q5. Amandio
Q6. Gatot
Q7. Felix
Q8. Anton
Q9. Davin
Q10. Dik2
Q11. Eric

Hasil Battle dan perolehan nilai:
Rookie Class:
PODIUM
1. Carl 15
2. Memet 12
3. Abe 10
4. Ivan 8
5. Aditya Reka 7
6. Faiza 6
7. Umbara Beyz 5
8. Irfan 4
9. Ucup 3
10. Asdi 2
11. Gantano 0
Pro Class
PODIUM
1. Jaka 15
2. Anton 12
3. Felix 10
4. Davin 8
5. Dik2 7
6. Eric 6
7. Wisnu 5
8. Doni 4
9. Willy 3
10. Amandio 2
11. Gatot 0
Tidak sedikit peserta yang kualifikasinya lumayan baik namun kurang maksimal saat battle sehingga para kuda hitam yang kualifikasinya lebih rendah dapat menyodok ke babak berikutnya. Pemula pendatang baru yang patut dicatat lewat Top Newcomer Rookie Award, jatuh pada Faiza setelah berhasil menempati posisi 4 pada kualifikasi mampu bertahan dan finish ke 6. Carl yang diijinkan secara khusus mengendarai Genetic Jazz nya menyabet posisi Champion setelah menang tipis atas Evo 6 TRF Memet lewat one more time.
Pada klasemen Pro, Jaka menduduki posisi teratas dalam kualifikasi dengan TT01 standar andalannya setelah hampir setahun lebih vakum. Entah karena saat battle suasana lebih redup dari saat kualifikasi ataukah tekanan mental, semua top qualifier seperti Q2. Wisnu, Q3. Doni, Q4. Willy, Q5. Amandio dan Q6. Gatot luruh pada battle awal.
Pertarungan sengit terjadi saat Dik2 vs Wisnu susul menyusul dengan Wisnu melakukan satu-satunya super drift pada overpass dengan Supra nya untuk ekstra point walaupun akhirnya Dik2 menang tipis pada one more time.
Battle panas juga terjadi saat Anton vs Felix di semi final, yang juga diakhiri one more time untuk keunggulan Anton, namun tidak cukup dingin untuk mengimbangi tangan es Jaka yang melalap drift track tanpa ampun. Beberapa kekeliruan S15 Purple Midnight Anton dimanfaatkan oleh Bimmer E30 Jaka, walaupun sempat terkejar dan balas menekan, sayangnya tidak mencukupi untuk memutar hasi akhir.

Best of Show diraih oleh Umbara Beyz dengan Matte Black recycled AE86 nya. Replika mesin dan lainnya menjadikan mobil ini sebagai satu-satunya pilihan dewan juri. Yes, gokilnya mobil ini juga di pakai saat kompetisi drift berlangsung.
Drift Game Challenge dimenangi oleh Davin, aneh dan unik karena di game ini, peserta malah dilarang nge-drift.. nah lo…. game nya bersifat sopan santun dalam mengendarai mobil, tidak boleh motong jalur, tidak boleh nabrak, melakukan isi bensin dan lain sebagainya.
Sportmanship Award jatuh pada masbro Wisnu, atas polling dewan juri secara aklamasi.
gambar lain menyusul..