Archive for the ‘ Suplai Tenaga ’ Category

Tips Memilih Penyedia Tenaga DC

Bila anda memiliki DC Charger tentunya memerlukan penyedia tenaga DC atau DC Power Supply. Di pasaran tersedia banyak jenis dan harga yang dapat anda pilih, namun sebelum membeli perhatikanlah beberapa hal berikut:

  1. Label – apakah ada standarisasi seperti CE, UL dan lainnya. Tegangan masukan AC sebaiknya otomatis, 100-250VAC ketimbang pilihan lewat switch. Tegangan keluaran DC sebaiknya diatas 12V, nominal 13.8V tapi pastikan charger anda dapat menerima tegangan masukan dengan jangkauan variasi yang cukup, biasanya 10-18V. Untuk Arus atau Ampere, pilihlah spesifikasi yang tertinggi yang bisa anda danai. Biasanya PSU berbasis teknologi switching yang efisiensinya dibawah 80% sehingga hitungan amannya, jika dibutuhkan 5A pada charger maka PSU minimal memiliki ketersediaan 6.25A, jadi pilihlah minimum 7A atau 8A untuk amannya.
  2. Fisik – apakah terminal untuk tenaga AC (Gnd, L dan N) terisolasi dari V+ dan COM. Apakah ada tersedia LED indikator dan trimmer untuk pengaturan tinggi tegangan. Jika anda dapat melirik kedalam, periksalah PCB apakah komponennya lengkap, terdapat sekring dan komponen aktifnya mencukupi. Semakin banyak komponen semakin baik, walaupun rugi-rugi menjadi lebih besar tapi itu tidak signifikan.
  3. Harga dan origin – walaupun tidak merupakan faktor mutlak, lazimnya PSU kebanyakan berasal dari China dengan harga yang lumayan miring. Jangan lekas tergiur, tapi pilihlah dengan cermat sesuai aspek diatas. Kadang harga lebih tinggi tapi kualitas dan origin bisa menentukan nilai harga sesungguhnya.

Harga Switching PSU untuk menjalankan DC Charger memang tidaklah terlalu mahal, namun bagi anda yang memiliki dana sangat terbatas dan kebetulan punya akses untuk power suplai ATX bekas, inilah cara untuk memanfaatkannya dengan melakukan sedikit modifikasi.

Yang diperlukan:
- perkakas seperti obeng dan solder dll
- LED dan resistor pembatas arus 330ohm/0.5W
- power resistor 10 ohm/10W atau lebih besar.
- DC ON switch jenis toggle
- terminal warna merah, kuning, hitam, ungu
- heat shrink tube

IndoRC

1. Buka kotak PSU, satukan kabel yang berwarna sama. Detail warna kabel sebagai berikut:
- Merah = +5V
- Hitam = Ground (0V)
- Kuning = +12V
- Biru = -12V
- Oranye = +3.3V
- Ungu = +5V stand by (tidak terpakai)
- Abu-abu = Output power ON
- Hijau = Input power ON

IndoRC

2. Lubangi kotak PSU dengan bor sampai ukurannya sesuai dengan terminal, lubang lampu pilot dan switch untuk power. Pasanglah terminal sesuai warna dan hubungkan kabel-kabel nya.

IndoRC

IndoRC

3. Hubungkan berikut ini:
- ambil satu dari kabel merah dan hubungkan dengan power resistor, sisa kabel-kabel merah disatukan dan disolder ke terminal merah.
- hubungkan satu dari kabel hitam ke ujung lainnya dari power resistor tadi
- satu kabel hitam lagi ke resistor 330ohm yang disolder ke katoda (kaki pendek) LED.
- satu kabel hitam lagi ke DC ON switch, sisa kabel-kabel hitam disatukan dan solder ke terminal hitam.
- hubungkan kabel putih ke -5V terminal, kuning ke +12V terminal, biru ke -12V, dan abu-abu ke anoda (kaki panjang) LED.
- perhatikan bahwa sejumlah PSU mungkin memiliki kabel abu-abu atau coklat yang mewakili status ‘Power OK’.

IndoRC

Kebanyakan PSU memiliki kabel oranye kecil yang dipergunakan untuk
mendeteksi -3.3V dan kabel ini biasanya dipasangkan pada konektor menuju kabel oranye lainnya. Pastikan kabel ini tersambung (jika tidak maka power tidak akan menyala terus nantinya). Kabel ini harus tersambung ke kabel oranye +3.3V atau merah +5V untuk memfungsikan PSU.
Jika ragu ragu, cobalah sambungkan ke yang +3.3V terlebih dulu.
Jika PSU bukanlah komplian ATX atau AT, ia mungkin memiliki warna kabelnya sendiri. Jika kabel pada PSU anda berbeda dengan yang tercantum pada gambar, pastikan anda menggunakan referensi posisi pada konektor AT/ATX daripada warnanya.

IndoRC

4. Hubungkan kabel hijau ke DC ON switch (pastikan posisi terhubung bila switch dinyalakan). Pastikan juga semua kabel tersolder telah terbungkus dengan heatshrink tubing. Rapihkan kabel dengan zip ties.

5. Periksa sambungan atau koneksi dengan sedikit menarik kabelnya. Perhatikan kabel yang telanjang dan tutupi dengan heatshrink tube agar tidak mengalami arus pendek. Pasang tutup PSU-nya kembali.

6. Pasangkan kabel AC dari bagian belakang PSU ke titik kontak di dinding rumah. nyalakan power switch di bagian belakang dan lihat apakah LED menyala. Jika tidak, nyalakan DC-ON switch yang anda tempatkan di depan tadi. Periksalah output tegangan dengan menggunakan voltmeter atau lampu test 12V.

IndoRC

Sekarang anda dapat menggunakan PSU ini untuk kegunaan charger yang membutuhkan 12V, dan lain-lainnya.

Discharger 10/20A

skema bulb discharger
Discharger hanya diperuntukkan NiCd dan NiMH saja.
Ukuran kable penghantar minimum adalah AWG 14 solid ataupun multi strand. Spesifikasi switch, soket dan lainnya harap disesuaikan dengan beban maksimum 12V/20A meskipun untuk pemakaian batere 7.2V.

Perhatian!
Tidak untuk LiPo.