Mengenal Pelbagai Batere

Pada umumnya, ada 2 jenis batere di pasaran untuk hobi RC.
- Batere sel keras (NiCd, NiMH)
- Batere sel lunak (LiPo, LiIon, LiMn, dll)

Batere Sel Keras
Sel keras dalam hal ini dimaksud pada selongsong batere yang terbuat dari campuran steel dan seng. Bentuknya silinder dan yang dipergunakan sebagai batere penggerak utama adalah batere ukuran sub-C.

NiCd (Nickel Cadmium) adalah jenis terdahulu yang dipakai pada era 90an, merupakan batere pertama yang dipakai untuk RC hobi khususnya mobil dan buggy. Performanya tinggi dapat memberi arus yang relatif tinggi, namun perawatannya membuat batere jenis NiCd tidak begitu cocok untuk pemakaian berulang-ulang dalam waktu yang singkat.
Penyimpanan NiCd harus dilakukan dalam kondisi zero charge atau kosong total. Juga berlaku sebelum proses charging, karena NiCd memiliki efek memori, yang mana bila proses charging dilakukan pada sel setengah terisi, maka sel hanya akan dapat diisi separuhnya. Separuh inilah yang akan tersedia (tidak penuh).
Proses charging untuk NiCd adalah pulse linear, dan suhu harus terjaga dibawah 55 Celsius. NiCd sub C hanya memiliki maksimum kapasitas sebesar 2400mAH. Nominal 1 sel adalah 1.2V dan umumnya dipakai pada 6 sel (7.2V).

NiMH (Nickel Metal Hydride) di lain pihak, merupakan pengembangan lanjut dari NiCd; ia dapat dipakai berulang-ulang dalam waktu singkat, artinya setelah suplai daya menurun, dapat langsung dilakukan charge, tentunya setelah temperatur sel sama dengan temperatur ruangan/ambien.
NiMH juga tidak memiliki efek memori, namun demikian proses discharge tetap direkomendasikan, sebelum melakukan charge agar sel terbiasa dan penuh secara lebih rata. NiMH dipakai mulai pada kapasitas 3000mAH yang di populerkan oleh Sanyo dan diikuti oleh GP dan lainnya.
Sayangnya, hanya setelah 3300mAH kualitas NiMH dapat diandalkan.
Batere NiMH yang populer di pasaran antara lain GP dan Intellect, keduanya berbasis di HKG dan mencapai kapasitas 5100mAH (pada waktu artikel ditulis). Walaupun daya kerjanya sedikit dibawah NiCd, NiMH mengalami perkembangan pesat dalam artian dimensi; besar dan berat sel bertambah, berbanding terhadap kapasitas (mAH). Penyimpanan NiMH dianjurkan adalah full charge untuk penyimpanan lama dan cycle (charge-discharge) sebelum penggunaan setelah waktu yang lama. Discharging pada NiMH sebaiknya menggunakan Equalizer tray agar sel tidak mengalami reverse polarity jika discharging dilakukan melewati ambang 0V.
Sama dengan NiCd, nominal 1 sel NiMH adalah 1.2V, dan penggunaan umum adalah 7.2V (6 sel).

Batere Sel Lunak
Yang populer saat ini adalah LiPo (Lithium Polymer) karena harganya yang semakin bersaing dengan NiMH. Faktor keunggulan LiPo adalah massanya yang hanya 30% dari NiMH/NiCd pada kapasitas yang sama. Keunggulan tersebut tidaklah diikuti dengan faktor lainnya, seperti resiko hazard dan rentan terhadap overcharging/discharging.
Sebab itulah pada saat proses charging berlangsung, pehobi harus melakukan pengamanan dengan menggunakan fire envelope atau fire container. Proses charging dibatasi pada 1C yang artinya jika batere adalah 2000mAH maka arus charge maksimum adalah 2A.
Juga agar tidak terjadi over discharging, LiPo tidak boleh dipakai sampai voltage rendah tertentu (umumnya 3.10V per sel), karena jika sampai demikian, maka proses charging tidak akan bisa dilakukan (irreversible). Gunakanlah perangkat cut off (atau ESC yang dilengkapi) untuk menghentikan pemakaian LiPo secara otomatis saat voltage drop pada setting tertentu.
Saat ini banyak LiPo yang dikemas dengan hard casing sehingga mengurangi resiko bocor. Nominal 1 sel adalah 3.7V, sehingga 1 pack biasanya terdiri dari 2S (7.4V).

Mungkin anda masih pemula yang mencari informasi tentang bagaimana proses charging yang baik.
‘Baik’ dalam artian seimbang dalam performa dan daya tahan/umur.
Mengapa demikian?
Secara garis besar, batere NiMH adalah batere yang cukup aman dan memiliki daya tahan yang cukup tinggi.

Charge Rate vs Performa vs Umur
- 7A dan lebih – performa batere meningkat namun umur menurun.
- 3-6A – performa batere sedang dan umur juga sedang.
- 2A kebawah – performa batere minim dan umur relatif panjang.
hal ini berlaku pada batere 3300mAH ke atas (circa tahun 2005 ke atas)

Para pehobi balap RC memerlukan batere dengan daya kerja tinggi untuk memaksimalkan tenaga yang diterima oleh motor, maka walaupun faktor umur menurun, pilihan untuk charge pada 7A dan lebih menjadi hal yang lumrah.

Braket kedua yaitu charging pada 3-6A kerap dipakai oleh pehobi drift RC yang mana load motor pada kendaraannya tidaklah se ekstrim pehobi balap. Dan pada umumnya pehobi drift berasal dari kalangan menengah dengan dana terbatas, faktor umur menjadi sangat penting untuk dijaga; agar ongkos hobi tidak membengkak.

Untuk charging pada 2A kebawah, sangat jarang dipakai di dunia hobi RC. Kegunaan yang paling mungkin adalah untuk Sailboat atau kapal layar yang hanya memerlukan tenaga untuk menggerakkan servo.
Hal lainnya adalah untuk pengoperasian peralatan berdaya rendah, seperti lathe, tire warmer, kipas pendingin dan lain-lain.

Jadi tergantung pada kebutuhan anda, ketersediaan dana serta peralatan, pilihlah Charge Rate yang sesuai.

Discharger 10/20A

skema bulb discharger
Discharger hanya diperuntukkan NiCd dan NiMH saja.
Ukuran kable penghantar minimum adalah AWG 14 solid ataupun multi strand. Spesifikasi switch, soket dan lainnya harap disesuaikan dengan beban maksimum 12V/20A meskipun untuk pemakaian batere 7.2V.

Perhatian!
Tidak untuk LiPo.