Tips Memilih Charger

tentunya harus sesuai dengan kantong anda.

Tetapi ada batas tertentu yang sebaiknya anda penuhi. Walaupun dana terbatas, kadang lebih baik untuk bersabar dan menabung untuk mendapatkan charger yang berkualitas memadai ketimbang ‘asal ada’. Kami tidak berorientasi merk atau produk tertentu, jadi apapun charger yang anda minati tidak menjadi masalah.

Berikut faktor-faktor yang dapat anda pertimbangkan sebelum memutuskan charger apa yang cocok untuk hobi anda khususnya drift.

  1. Batere – Tentukan jenis batere apa yang hendak anda pakai, kami sarankan hanya 2 jenis pada saat ini, NiMH atau LiPo
  2. Fungsi – Sebagai charger, tentunya fungsi utamanya adalah memberikan fungsi charging, namun coba teliti lebih lanjut. Periksalah LCD apakah tersedia backlight, tombol mantap saat ditekan, konektor berkualitas baik dsb.
  3. Spesifikasi: minimal kemampuan charging maksimum 5A, ideal 10A. Dilengkapi dengan pengaturan delta peak dengan resolusi 1mV khususnya untuk NiMH.
  4. Fitur – Temperatur Cut Off atau penghentian charging bila setting temperatur tercapai. Balance charging, untuk LiPo, pastikan kemampuan 1C tersedia sesuai dengan kapasitas batere LiPo yang dimiliki.
  5. Dana – Harga tentu saja adalah faktor penting, namun janganlah dijadikan alasan untuk memperoleh charger dengan kualitas pas-pasan.

Charger adalah suatu investment penting bagi pehobi RC drift, karena lewat charger yang mumpuni, batere menjadi lebih terawat dan langgeng performanya. Tentu saja charger yang layak harus disertai dengan batere yang layak juga.

Harga Switching PSU untuk menjalankan DC Charger memang tidaklah terlalu mahal, namun bagi anda yang memiliki dana sangat terbatas dan kebetulan punya akses untuk power suplai ATX bekas, inilah cara untuk memanfaatkannya dengan melakukan sedikit modifikasi.

Yang diperlukan:
- perkakas seperti obeng dan solder dll
- LED dan resistor pembatas arus 330ohm/0.5W
- power resistor 10 ohm/10W atau lebih besar.
- DC ON switch jenis toggle
- terminal warna merah, kuning, hitam, ungu
- heat shrink tube

IndoRC

1. Buka kotak PSU, satukan kabel yang berwarna sama. Detail warna kabel sebagai berikut:
- Merah = +5V
- Hitam = Ground (0V)
- Kuning = +12V
- Biru = -12V
- Oranye = +3.3V
- Ungu = +5V stand by (tidak terpakai)
- Abu-abu = Output power ON
- Hijau = Input power ON

IndoRC

2. Lubangi kotak PSU dengan bor sampai ukurannya sesuai dengan terminal, lubang lampu pilot dan switch untuk power. Pasanglah terminal sesuai warna dan hubungkan kabel-kabel nya.

IndoRC

IndoRC

3. Hubungkan berikut ini:
- ambil satu dari kabel merah dan hubungkan dengan power resistor, sisa kabel-kabel merah disatukan dan disolder ke terminal merah.
- hubungkan satu dari kabel hitam ke ujung lainnya dari power resistor tadi
- satu kabel hitam lagi ke resistor 330ohm yang disolder ke katoda (kaki pendek) LED.
- satu kabel hitam lagi ke DC ON switch, sisa kabel-kabel hitam disatukan dan solder ke terminal hitam.
- hubungkan kabel putih ke -5V terminal, kuning ke +12V terminal, biru ke -12V, dan abu-abu ke anoda (kaki panjang) LED.
- perhatikan bahwa sejumlah PSU mungkin memiliki kabel abu-abu atau coklat yang mewakili status ‘Power OK’.

IndoRC

Kebanyakan PSU memiliki kabel oranye kecil yang dipergunakan untuk
mendeteksi -3.3V dan kabel ini biasanya dipasangkan pada konektor menuju kabel oranye lainnya. Pastikan kabel ini tersambung (jika tidak maka power tidak akan menyala terus nantinya). Kabel ini harus tersambung ke kabel oranye +3.3V atau merah +5V untuk memfungsikan PSU.
Jika ragu ragu, cobalah sambungkan ke yang +3.3V terlebih dulu.
Jika PSU bukanlah komplian ATX atau AT, ia mungkin memiliki warna kabelnya sendiri. Jika kabel pada PSU anda berbeda dengan yang tercantum pada gambar, pastikan anda menggunakan referensi posisi pada konektor AT/ATX daripada warnanya.

IndoRC

4. Hubungkan kabel hijau ke DC ON switch (pastikan posisi terhubung bila switch dinyalakan). Pastikan juga semua kabel tersolder telah terbungkus dengan heatshrink tubing. Rapihkan kabel dengan zip ties.

5. Periksa sambungan atau koneksi dengan sedikit menarik kabelnya. Perhatikan kabel yang telanjang dan tutupi dengan heatshrink tube agar tidak mengalami arus pendek. Pasang tutup PSU-nya kembali.

6. Pasangkan kabel AC dari bagian belakang PSU ke titik kontak di dinding rumah. nyalakan power switch di bagian belakang dan lihat apakah LED menyala. Jika tidak, nyalakan DC-ON switch yang anda tempatkan di depan tadi. Periksalah output tegangan dengan menggunakan voltmeter atau lampu test 12V.

IndoRC

Sekarang anda dapat menggunakan PSU ini untuk kegunaan charger yang membutuhkan 12V, dan lain-lainnya.

Mungkin anda masih pemula yang mencari informasi tentang bagaimana proses charging yang baik.
‘Baik’ dalam artian seimbang dalam performa dan daya tahan/umur.
Mengapa demikian?
Secara garis besar, batere NiMH adalah batere yang cukup aman dan memiliki daya tahan yang cukup tinggi.

Charge Rate vs Performa vs Umur
- 7A dan lebih – performa batere meningkat namun umur menurun.
- 3-6A – performa batere sedang dan umur juga sedang.
- 2A kebawah – performa batere minim dan umur relatif panjang.
hal ini berlaku pada batere 3300mAH ke atas (circa tahun 2005 ke atas)

Para pehobi balap RC memerlukan batere dengan daya kerja tinggi untuk memaksimalkan tenaga yang diterima oleh motor, maka walaupun faktor umur menurun, pilihan untuk charge pada 7A dan lebih menjadi hal yang lumrah.

Braket kedua yaitu charging pada 3-6A kerap dipakai oleh pehobi drift RC yang mana load motor pada kendaraannya tidaklah se ekstrim pehobi balap. Dan pada umumnya pehobi drift berasal dari kalangan menengah dengan dana terbatas, faktor umur menjadi sangat penting untuk dijaga; agar ongkos hobi tidak membengkak.

Untuk charging pada 2A kebawah, sangat jarang dipakai di dunia hobi RC. Kegunaan yang paling mungkin adalah untuk Sailboat atau kapal layar yang hanya memerlukan tenaga untuk menggerakkan servo.
Hal lainnya adalah untuk pengoperasian peralatan berdaya rendah, seperti lathe, tire warmer, kipas pendingin dan lain-lain.

Jadi tergantung pada kebutuhan anda, ketersediaan dana serta peralatan, pilihlah Charge Rate yang sesuai.