Event dimulai agak telat 1 jam karena sejumlah peserta datang tidak tepat waktu. Walaupun demikian, panitia telah berusaha maksimal untuk mengkompresi waktu yang ada dan menyelesaikan semua jadwal battle.
Sesuai dengan arahan RCDA maka pada event Bandung Touge Night Dorifto (BTND) ini diterapkanlah 2 klasemen; yakni kelas Pro dan Rookie.
Alhasil dari 22 jumlah peserta, didapat masing-masing 11 orang untuk tiap klasemen, suatu kebetulan yang unik. Babak kualifikasi pun dimulai dari kelas Rookie diikuti Pro setelah warm up.
Hasil kualifikasi:
Kelas Rookie:
Q1. Memet
Q2. Abe
Q3. Asdi
Q4. Faiza
Q5. Beyz
Q6. Irfan
Q7. Ivan
Q8. Carl
Q9. Gantano
Q10. Ucup
Q11. Reka
Kelas Pro:
Q1. Jaka
Q2. Wisnu
Q3. Doni
Q4. Willy
Q5. Amandio
Q6. Gatot
Q7. Felix
Q8. Anton
Q9. Davin
Q10. Dik2
Q11. Eric

Hasil Battle dan perolehan nilai:
Rookie Class:
PODIUM
1. Carl 15
2. Memet 12
3. Abe 10
4. Ivan 8
5. Aditya Reka 7
6. Faiza 6
7. Umbara Beyz 5
8. Irfan 4
9. Ucup 3
10. Asdi 2
11. Gantano 0
Pro Class
PODIUM
1. Jaka 15
2. Anton 12
3. Felix 10
4. Davin 8
5. Dik2 7
6. Eric 6
7. Wisnu 5
8. Doni 4
9. Willy 3
10. Amandio 2
11. Gatot 0
Tidak sedikit peserta yang kualifikasinya lumayan baik namun kurang maksimal saat battle sehingga para kuda hitam yang kualifikasinya lebih rendah dapat menyodok ke babak berikutnya. Pemula pendatang baru yang patut dicatat lewat Top Newcomer Rookie Award, jatuh pada Faiza setelah berhasil menempati posisi 4 pada kualifikasi mampu bertahan dan finish ke 6. Carl yang diijinkan secara khusus mengendarai Genetic Jazz nya menyabet posisi Champion setelah menang tipis atas Evo 6 TRF Memet lewat one more time.
Pada klasemen Pro, Jaka menduduki posisi teratas dalam kualifikasi dengan TT01 standar andalannya setelah hampir setahun lebih vakum. Entah karena saat battle suasana lebih redup dari saat kualifikasi ataukah tekanan mental, semua top qualifier seperti Q2. Wisnu, Q3. Doni, Q4. Willy, Q5. Amandio dan Q6. Gatot luruh pada battle awal.
Pertarungan sengit terjadi saat Dik2 vs Wisnu susul menyusul dengan Wisnu melakukan satu-satunya super drift pada overpass dengan Supra nya untuk ekstra point walaupun akhirnya Dik2 menang tipis pada one more time.
Battle panas juga terjadi saat Anton vs Felix di semi final, yang juga diakhiri one more time untuk keunggulan Anton, namun tidak cukup dingin untuk mengimbangi tangan es Jaka yang melalap drift track tanpa ampun. Beberapa kekeliruan S15 Purple Midnight Anton dimanfaatkan oleh Bimmer E30 Jaka, walaupun sempat terkejar dan balas menekan, sayangnya tidak mencukupi untuk memutar hasi akhir.

Best of Show diraih oleh Umbara Beyz dengan Matte Black recycled AE86 nya. Replika mesin dan lainnya menjadikan mobil ini sebagai satu-satunya pilihan dewan juri. Yes, gokilnya mobil ini juga di pakai saat kompetisi drift berlangsung.
Drift Game Challenge dimenangi oleh Davin, aneh dan unik karena di game ini, peserta malah dilarang nge-drift.. nah lo…. game nya bersifat sopan santun dalam mengendarai mobil, tidak boleh motong jalur, tidak boleh nabrak, melakukan isi bensin dan lain sebagainya.
Sportmanship Award jatuh pada masbro Wisnu, atas polling dewan juri secara aklamasi.
gambar lain menyusul..



